Berita Desa
ditulis pada 04 Desember 2020
Kampung Warna-Warni di Parapat Danau Toba
Tripelaketoba – Terinspirasi dari kampung warna-warni Malang di Jawa Timur yang sudah mendunia, kini ada kampung warna-warni lainya dengan pemandangan danau toba yang memukau dari Kawasan Kaldera Danau Toba Guys, Yup Kampung Tigarihit di Parapat.IG : @genpisimalungun
ditulis pada 04 Desember 2020
Kampung Warna-Warni Tigarihit di Danau Toba Siap Manjakan Mata Wisatawan
Liputan6.com, Jakarta - Bersiaplah untuk memanjakan mata saat mengunjungi Kampung Warna-warni Tigarihit, Parapat. Keindahan alam, serta keramahan penduduk destinasi wisata baru di sekitar Danau Toba, Sumatra Utara ini akan menambah pengalaman tak terlupakan dalam perjalanan Anda.Kampung Warna-Warni Tigarihit diresmikan tepat pada perayaan HUT ke-75 RI, Senin, 17 Agustus 2020. Peresmian secara langsung dilakukan Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, bersama Pokdarwis dan Camat Girsang Sipangan Bolon.Lewat keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, baru-baru ini, Arie menyatakan, peresmian yang dilakukan tepat pada perayaan 17-an tersebut dijadikan sebagai momentum untuk kembali membangkitkan pariwisata Danau Toba yang sempat terdampak pandemi COVID-19.“Peresmian Kampung Wisata Warna-Warni kami lakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Arie. Kemeriahan acara ditambah dengan parade obor, serta pertunjukan lampion berlatar matahari terbenam di tepi Danau Toba.Kampung Wisata Tigarihit berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simangulin, tepatnya di Jalan Kolonel TPR Sinaga. Area berjarak hanya beberapa menit dari kota Parapat ini ditempati penduduk yang mayoritas memiliki profesi sebagai pekerja pariwisata.Hadirnya Kampung Warna-Warni bermula dari kesadaran penduduk akan potensi Tigarihit sebagai pusat destinasi wisata. Melibatkan kreativitas dan gotong-royong, mereka mengubah cat rumah dengan berbagai variasi warna hingga pada menghasilkan pemandangan yang sedap dipandang.media widget
ditulis pada 21 April 2021
Penikmat Senja
Moment senja di Tigarihit.  Saat matahari akan terbenam, menghadirkan sensasi tersendiri bagi sebagian orang. Pemandangannya yang indah membuat momen tersebut kerap ditunggu banyak orang. Bahkan, tak sedikit orang yang rela mencari tempat terbaik dan terindah hanya untuk menikmati senja. Melihat momen datangnya senja bisa menjadi sarana menghilangkan lelah dan penat. Melihat proses matahari turun ke peraduan juga bisa menciptakan rasa syukur atas ciptaan Tuhan.Momen tersebut sangat indah dan sayang untuk dilewatkan begitu saja. Saat senja datang, biasanya banyak yang mengabadikan dan mengunggah momen tersebut ke media sosial. Tak lupa, memberikan caption yang yang keren dan puitis berkaitan dengan senja.
ditulis pada 22 Oktober 2021
Nikmati Danau Toba dengan Liburan ala Kampung di Tigarihit
Parapat.Jelajah Danau Toba tidaklah ada habisnya, silih berganti muncul hal menarik nan unik sebagai objek yang patut di nikmati di kawasan Danau Vukanik ini.Keindahan alam yang kaya potensi wisata, selalu memanjakan mata dan menyegarkan jiwa petualang setiap insan yang berwisata di segala sudut alam Danau Toba.Berbagai nuansa budaya dan tempat serta ciri khas daerah selalu disuguhkan saat berada dan menatap keindahan alam Danau Toba.Ingin bersantai menikmati sajian keindahan alamnya, di Parapat bukanlah hanya hotel mewah nan megah yang berjejer di tepian Danau. Namun penginapan kecil dan homestay budget terjangkau turut ambil bagian menjajakan diri Sebagai fasilitas pendukung di Destinasi Pariwisata Super Prioritas untuk memanjakan wisatawan.Salah satu lokasi homestay yang berada di tepian Danau Toba ini adalah Homestay kampung warna warni Tigarihit, dibangun sejak program pemerintah untuk Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dalam menunjang Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.Homestay ini berada di Kampung warna warni Tiga rihit, kota wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun. Memiliki ciri khas yang unik, pemandangan yang indah dan menawan, lokasi yang tidak jauh dari pintu gerbang Parapat, tidak lah sulit untuk mengeksplore tiap sudut homestay yang ada di kampung itu.Dari deretan 30 homestay di Tigarihit, Tak kalah menarik keindahan alam, lereng dan bukit kota wisata Parapat, hamparan danau yang berpadu dengan lukisan sunset saat mentari terbenam.Melangkah dengan menanjak mengikuti jalur dan deretan rumah, langkah demi langkah seolah bersatu dengan hiasan aneka warna perumahan, sekaligus membuat takjub dan terpukau dengan hamparan danau yang menggoda mata dari kampung ini .Setiap pemilik homestay menyediakan rumah pribadinya menjadi kamar bagi tamu, melayani dengan ramah dalam nuansa kekeluargaan dan menyajikan kuliner ala kadarnya dari pemilik homestay kepada pengunjung.Fasilitas dan pelayanan tidak kalah dengan hotel berbintang, kamar yang memiliki permadani yang empuk, tv layar datar, lemari penyimpanan pakaian dan kamar mandi dengan shower, sekaligus pelayanan bisa dirasakan seperti keluarga dekat dari pemilik dan dipadu dengan sajian panorama alam dan Danau dari tiap kamar homestay.Lokasi homestay ini tidak jauh dari pusat keramaian kota hanya berjarak 5-10 menit melangkahkan kaki maka yang di tuju sebagai pusat keramaian sudah tercapai.Kuliner tradisional dan Ciri khas daerah disajikan disini seperti kacang garing dan dolung dolung, bahkan bersama pokdarwisnya selalu prioritas dalam meningkatkan SDM warga di dalam kampung ini.Menikmati liburan ala kampung tdi homestay ini tidaklah sulit, hanya berjalan 50 meter dari gerbang kota sudah terlihat nuansa indah di kampung ini langsung terlihatBuat traveller, yang hobi liburan ala kampung di danau Toba sekaligus ingin merasakan layanan bagai keluarga sendiri.Tidak ada salahnya singgah dan rasakan layanan di Homestay kampung warna warni Tigarihit.Info lengkap hubungi kami ketua Pokdarwis atau Latosu Holidays (085276075316) salah satu agen wisata di Parapat. (Feri) Sumber : hetanews.com
ditulis pada 15 Desember 2021
Kampung warna warni Tigarihit Sambut tim evaluasi Pokdarwis Kabupaten Simalungun.
Parapat.Warga dan Pokdarwis (kelompok sadar wisata) kampung warna warni Tigarihit menyambut kedatangan tim penilai dan evaluasi pokdarwis di salah satu halaman warga Tigarihit, Rabu (15/12/2021).Kedatangan Rombongan tim ini untuk menilai dan mengevaluasi pokdarwis yang sudah terbentuk di Kabupaten Simalungun sekaligus memotivasi masyarakat dalam perannya memajukan destinasi wisata di daerah wisata terutama penerapan Sapta Pesona.Tim dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun didampingi juri independen dari Ketua HPI Sumut Kus Endro dan praktisi pariwisata melakukan penilaian dan Evaluasi terhadap Pokdarwis Tingkat Daerah se-Kabupaten Simalungun, dalam penerapan sapta pesona di lokasi pokdarwis.Ketua Pokdarwis Tigarihit Mike W Sinaga dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih banyak atas kunjungan dan evaluasi yang dilakukan pihak pemerintah dan tim terhadap pokdarwis Tigarihit."Terimakasih kepada tim yang berkunjung semoga evaluasi ini membuat kita lebih berbenah dan instropeksi diri lagi, apapun hasil penilaian nantinya kita harus semangat memajukan kampung warna warni Tigarihit," ujar Mike SinagaPada kesempatan itu juga dia berharap agar kedepan pihak pemerintah berkelanjutan terus berkontribusi mendampingi pokdarwis Tigarihit sebelum menjadi pokdarwis yang mandiri di kawasan Danau Toba.Setelah pihak Pokdarwis menyampaikan Profil organisasi oleh S. Sipahutar, dilanjutkan oleh Tim penilai melakukan pemaparan kegiatan dan sesi wawancara kepada pengurus serta anggota pokdarwis.Selanjutnya tim diajak berkunjung ke beberapa lokasi kegiatan termasuk sopo lombang tempat anggota pokdarwis melakukan kegiatan berupa atraksi tenun dan kuliner (memproduksi kacang saok Tigarihit dan Dolung dolung).Pada kesempatan itu Ketua tim evaluasi Pokdarwis kabupaten Simalungun Rizal Ardiman Simatupang menyampaikan kepada awak media bahwa khususnya Pokdarwis Tigarihit selain Homestay masih banyak potensi yang perlu dikembangkan, seperti spot panorama alam, atraksi seni budaya, kuliner, dan paling utama adalah kebersihan lingkungan sebagai tolak ukur keberhasilan pokdarwis."Pokdarwis Tigarihit termasuk kategori berkembang namun jangan hanya mengandalkan pelayanan Homestay dan panorama alam semata, sedangkan keaslian dari kreatifitas warga sendiri belum begitu terlihat berkembang." ujar Rizal.Dia juga mengharapkan peran Disparbud Simalungun untuk mendampingi desa rintisan dan berkembang ini agar warga semakin sadar dan mengerti makna sapta pesona."Pemerintah melalui Dinas Pariwisata harus sering berkunjung ke desa wisata, membina pokdarwisnya dengan memberi sentuhan kecil, mensosialiasikan program agar mereka paham tupoksi dan keberadaan pokdarwis di desa Wisata," katanya.Rizal juga berpesan agar warga harus semangat membangun desa wisata, pokdarwis bukan organisasi profit (untung/rugi) namun organisasi bersifat swadaya sehingga memunculkan kesadaran pelaku wisata akan penerapan sapta pesona."Masyarakat hendaknya tidak hanya berfokus kepada pelayanan homestay tapi kuliner juga harus secepatnya di gerakkan untuk berproduksi, souvenir (kerajinan tangan dan ulos), seni budaya, dan tentunya dengan menonjolkan kearifan lokal yang harus ramah,"ujarnya.Menurut Kadis Pariwisata Simalungun Melalui Kabid Pemasaran Sumihar Situmorang mengatakan seluruh pokdarwis yang di evaluasi akan berikan penilaian dan mendapatkan hadiah bagi pokdarwis yang terbaik.(Fr) 
ditulis pada 20 Mei 2022
Lakukan-pembinaan-kadispar-simalungun-kunjungi-kampung-tigarihit-parapat
https://www.hetanews.com/article/241251/lakukan-pembinaan-kadispar-simalungun-kunjungi-kampung-tigarihit-parapat